Tantangan Linux 72MB RAM

bigsmallPertanyaannya apakah mungkin menggunakan Linux di virtual machine, dalam hal ini OpenVZ, yang hanya memiliki RAM 72MB saja? Jika bisa, maka digunakan untuk apa? Jawabannya tentu saja bisa. Misal untuk menghosting web berbasis PHP. Caranya? Pertama harus dipahami bahwa OpenVZ menyediakan mesin virtual berbasis kontainer sehingga kernel dihandle oleh host OS bukannya kontainer (berbeda dengan KVM). Ini memungkinkan guest OS memiliki beban memori sangat kecil.

Hal selanjutnya, distro Linux apa yang tepat? Untuk server dengan memori terbatas, paling tepat menggunakan Linux Debian versi 6. Di OpenVZ, Debian 7 membutuhkan sekitar 12M, sedangkan Debian 6 hanya memerlukan memori 9M. Selain penggunaan memori yang kecil, Debian memiliki repositori yang besar, dukungan komunitas yang juga luas. Lebih memudahkan.

Apakah menggunakan Apache sebagai webserver? Tidak. Apache terlalu berat. Pilihan yang relevan adalah menggunakan Lighttpd. Memory footprint sangat kecil, mendukung integrasi dengan PHP, dan sangat mudah dikonfigurasi.

Instalasi

1. Memasang Lighttpd

2. Memasang Lighty-tools

Tools ini berguna untuk memudahkan administrasi Lighttpd, misalnya membuat virtual host, dsb.

3. Memasang PHP5

4. Mengaktifkan FastCGI

Agar PHP dapat berfungsi, maka FastCGI perlu diaktifkan.

reload konfigurasi server dengan command

5. Mengonfigurasi Virtual host

Sebagai contoh skenario, folder namadomain.com akan diletakkan dibawah direktori /home

Yup, selesai! Debian ber-RAM 72MB telah berhasil menjadi webserver yang mendukung PHP5. Ngomong-ngomong berapa memori yang tersisa untuk digunakan? Masih ada 63MB 🙂

Semoga bermanfaat!